Sabtu, 30 April 2011

Nama-nama syaitan dan pekerjaannya

Khanzab adalah setan pengganggu orang salat. Walhan adalah setan yang menggoda orang yang berwudhu dan membisikinya. Dasim adalah setan yang mengganggu keluarga dan rumah. Abyadh , setan paling buruk dan kuat menggoda para nabi. Mujahid berkata,"Di antara keturunan setan adalah Laqnis dan Walhan ,keduanya menggoda orang yang bersuci dan sholat.


Keduanya digelari dengan al-Hafaf dan Murrah . Zalanbur , Setan yang menggoda di pasar yang  menghiasi hal yang sia-sia, sumpah, dusta dan memuji barang dagangannya. Bathar setan yang menggoda orang yang tertimpa musibah, membisikinya supaya mencakar wajah, memukul pipi, dan merobek kantong bajunya sendiri.


Al-'Awar adalah setan penggoda orang yang berzina dengan menyebarkannya di kelamin laki-laki dan ketuaan pada perempuan. " Mathus , setan pemilik berita dusta yang disebarkan melalui mulut- mulut manusia yang tidak ada sumbernya. Dasim , yakni bila seorang memasuki rumah tanpa mengucapkan salam dan tidak mengingat Allah, maka dia dapat melihat harta kekayaan seseorang selama belum di angkat atau diperbaiki tempatnya.


Bila seseorang makan dan tidak membaca basmallah, maka dia akan makan bersamanya. Al 'Amasy berkata,"Ketika aku masuk ke dalam rumah dan tidak menyebut nama Allah SWT, serta tidak bersalam aku melihat api.

Aku berkata,"Angkatlah, dan aku berbantahan dengannya. Kemudian aku ingat dan berkata, "Dasim, Dasim, Aku berlindung kepada Allah SWT darinya.


" Ubay bin Kaab meriwayatkan dari Nabi SAW. Beliau bersabda," Sesungguhnya wudhu itu ada setannya yang bernama Walhan . Maka takutlah kalian semua dari sifat was-was pada air."Diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Muslim meriwayatkan dari Ustman bin Abi Al Ash. Dia berkata,"Ya Rosulullah, setan telah menghalangi antara diriku dan salatku dan tanda-tanda yang ia kenakan padaku." Rosulullah bersabda,'Itu adalah setan yang di sebut Khanzab . Maka bila engkau merasakannya, berlindunglah kepada Allah darinya, dan meludahlah ke sebelah kirimu tiga kali.' Maka aku melakukan itu dan Allah menghilangkannya dariku.


" Sumber: Hikaya Ash-Shufiyyah, Muhammad Abu Al-Yusr 'Abidin.

Jumat, 29 April 2011

NABI TIDAK RIDHO UMATNYA DINERAKA

"Ya Allah, izinkan aku memberi syafa'at kepada mereka itu walau mereka hanya punya iman sebesar zarrah."


  Pada hari Sabtu, 19 Maret 2011 , digelar peringatan Maulid Rasulullah SAW di Pesantren Riyadhul Jannah, Gang Buluh, Condet, Jakarta Timur. Dalam mau'izhahnya Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff mengisahkan ihwal Rasulullah SAW mencari umatnya yang masih terselib di neraka.

Ketika surga dan neraka telah terkunci, dan semua umat manusia telah dimasukkan ke dalam surga dan neraka sesuai dengan amalannya dan mereka telah menikmati ganjaran atau merasakan hukuman atas apa yang mereka kerjakan dalam waktu yang begitu lama, Allah SWT menanyakan kepada Malaikat Jibril, subhanallah sesungguhnya Allah Mahatahu, "Apakah ada umat Muhammad SAW yang masih tertinggal di dalam neraka?"

Maka Malaikat Jibril pun pergi ke neraka Jahanam. Neraka Jahanam yang begitu gelap tiba-tiba berubah menjadi terang benderang karena kedatangan Jibril.

Para penghuni Jahanam pun bertanya-tanya, siapakah yang datang, mengapa Jahanam tiba-tiba-tiba terang benderang. Malaikat Jibril pun menjawab bahwa dia adalah Malaikat Jibril, yang diutus oleh Allah SWT untuk mencari apakah ada umat Muhammad yang masih terselib di neraka Jahanam. Tiba-tiba sekelompok orang berteriak,

"Sampaikan salam kami kepada Rasulullah SAW, beri tahukan keadaan kami di tempat ini kepada beliau." Jibril pun keluar dari neraka Jahanam dan pergi ke surga untuk memberitahukan hal itu  kepada Rasulullah.

Rasulullah begitu bersedih mendengar bahwa masih ada umatnya yang tertinggal di dalam neraka dalam waktu yang sudah begitu lama. Beliau tidak ridha ada umatnya yang masih tertinggal di neraka walau dosanya sepenuh bumi. Rasulullah SAW pun bergegas hendak pergi neraka.

Tapi di perjalanan beliau terhadang oleh garis batas Malaikat Israfil. Tidak ada seorang pun boleh melintasi garis itu kalau tidak seizin Allah SWT. Rasulullah SAW pun mengadu kepada Allah SWT, dan akhirnya beliau diizinkan.

Tapi sesudah itu Allah SWT mengingatkan Rasulullah bahwa umat itu telah meremehkan beliau. "Ya Allah, izinkan aku memberi syafa'at kepada mereka itu walau mereka punya hanya punya iman sebesar zarrah." Sesampainya Rasulullah di neraka Jahanam, padamlah api neraka yang begitu dahsyat itu. Penduduk Jahanam pun berucap, "Apa yang terjadi, mengapa api Jahanam ini tiba-tiba padam? Siapakah yang datang lagi?"

Rasulullah SAW menjawab, "Aku Muhammad SAW yang datang, siapa di antara kalian yang jadi umatku dan punya iman sebesar zarrah, aku datang untuk mengeluarkannya." Demikianlah kecintaan Rasulullah kepada umatnya, beliau akan memperjuangkannya sampai di hadapan Allah SWT. Lalu bagaimana kecintaan kita sebagai umat Rasulullah SAW kepada pribadi yang begitu agung itu?

by majalah alkisah

Yuk Kita Merenungi Ayat Berikut Ini

AlQuran Surat Ar-Rum ayat 41-42 : " Telah tampak kerusakan di darat dan di laut, disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah, adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)"


AlQuran Surat Al-A'raf ayat 56 "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah ( Allah) memperbaikinya. Dan berdo'alah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat kepada orang-orang yang berbuat baik"


AlQuran Surat Sod ayat 27-28 "Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir. Maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka". (27)

"Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi?. Patutkah (pula) Kami menganggap orang- orang yang bertaqwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?". (28) Bertaubatlah kalian, sesungguhnya Alloh maha pengampun..


Wallahualam Bisy'syawab